Andi Harun Bantah Terlibat Aksi Damai 215, Sebut Ada Upaya Adu Domba dengan Rudy Mas’ud

NUSASATU, SAMARINDA – Wali Kota Andi Harun membantah keterlibatannya dalam Aksi Damai 215 yang digelar di Samarinda pada Kamis (21/5/2026). Ia menilai narasi yang mengaitkan dirinya dengan aksi tersebut sebagai upaya menggiring opini publik dan mengadu domba dirinya dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Bantahan itu disampaikan Andi Harun menyusul beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan salah satu peserta aksi meneriakkan namanya saat demonstrasi berlangsung.
“Saya sudah menonton sejumlah konten video terkait berita Aksi Damai 215. Ada memang konten yang mencoba membelokkan narasi, jelas itu tidak bertanggung jawab, tidak memenuhi kaidah jurnalistik profesional, dan mengada-ada,” kata Andi Harun, dikutip dari EKSPOSKALTIM.com, Minggu (24/5/2026).
Menurut Andi, video yang beredar seharusnya dicermati secara utuh. Ia menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggiring opini publik dengan memunculkan namanya di tengah aksi.
“Saat dicermati, sepertinya memang ada orang yang sadar dan sengaja mengatur pertanyaan kepada peserta aksi mengenai nama saya,” ujarnya.
Andi Harun menilai upaya tersebut patut diduga sengaja diarahkan untuk membenturkan dirinya dengan Rudy Mas’ud.
“Patut diduga ini sengaja ingin mengadu domba saya dengan Pak Gubernur,” katanya.
Ia memastikan komunikasi dan koordinasi dengan Gubernur Kalimantan Timur tetap berjalan baik, khususnya dalam urusan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Mantan legislator Kalimantan Timur itu juga meyakini Rudy Mas’ud dapat melihat persoalan tersebut secara jernih dan tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang di media sosial.
“Kalau hal ini terjadi pada saya, tentu cara menganalisisnya sederhana, mencari siapa yang paling diuntungkan,” ujarnya.
Andi menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan dalam kegaduhan politik yang berkembang. Ia juga menolak jika aspirasi masyarakat dipolitisasi untuk menyerang pihak tertentu.
“Jangan dibelokkan menjadi isu politik, itu tidak benar. Saya sudah 30 tahun berada di dunia politik dan tidak pernah menggunakan cara-cara yang tidak intelek serta tidak fair dalam berpolitik,” katanya.
Meski demikian, Andi Harun tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu kondusivitas daerah.
“Saya mengimbau penyampaian aspirasi tidak boleh mengganggu persatuan dan suasana kondusif daerah, karena itu adalah pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan,” katanya.



