Sosperda Kepemudaan di Kersik, Abdul Rakhman Bolong Soroti Potensi Wilayah Pesisir

RAIDMEDIA, MARANG KAYU — Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Rakhman Bolong, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Desa Kersik, Kecamatan Marang Kayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin DPRD Kaltim dalam upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap regulasi daerah, khususnya yang berkaitan dengan peran pemuda dalam pembangunan.
Dalam sambutannya, Rakhman menekankan pentingnya perda tersebut sebagai landasan untuk mendorong partisipasi aktif generasi muda sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
“Perda ini akan memperkuat keterlibatan pemuda dalam pembangunan. Selain itu, juga bertujuan mengembangkan potensi serta memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban pemuda,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menilai Desa Kersik sebagai wilayah pesisir dengan mayoritas masyarakat berprofesi nelayan memiliki potensi besar untuk dikembangkan kalangan pemuda. Potensi tersebut dinilai sejalan dengan program pemerintah pusat.
Rakhman menyebut program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir seperti Desa Kersik. “Program ini bisa membuka lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat Kersik,” katanya.
Narasumber pendamping, Abdul Azis Beddu, menambahkan pemerintah provinsi saat ini terus mendorong pemuda agar menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
“Terbitnya Perda Kepemudaan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong pemuda menjadi bagian dari pembangunan,” kata Azis.
Ia menyinggung status Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menuntut kesiapan generasi muda agar mampu bersaing dengan tenaga kerja dari berbagai daerah.
Azis menyebut, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menggulirkan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas pemuda, salah satunya melalui program Gratispol yang membuka akses pendidikan lebih luas.
“Program ini memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mendapatkan pendidikan yang layak sebagai bekal menghadapi persaingan,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong pemuda di Desa Kersik meningkatkan kapasitas diri, menghadapi persaingan, dan berperan sebagai motor penggerak pembangunan di Benua Etam. (adv)



