Pemangkasan Dana Transfer APBN 2025, DPRD Kaltim Sesuaikan Prioritas Pembangunan

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Pemotongan dana transfer dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mulai berdampak pada pembangunan daerah, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim). Secara nasional, alokasi transfer ke daerah yang semula Rp919 triliun dipangkas hingga Rp269 triliun, mempersempit ruang fiskal pemerintah daerah.
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan, terutama sektor infrastruktur yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
“Pembangunan tetap berjalan meski bertahap. Jika target awal 100 kilometer jalan, bisa direalisasikan lebih dulu 50 kilometer. Yang penting ada kemajuan,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Ia mengakui hingga kini belum ada kepastian pola efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. DPRD Kaltim masih menunggu arahan resmi terkait penyesuaian tersebut.
Meski demikian, sejumlah proyek mulai diidentifikasi untuk dijadwalkan ulang, di antaranya pembangunan jalan di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, serta akses jalan menuju Bandara APT Pranoto Samarinda. Penundaan dilakukan karena masih tersedia jalur alternatif bagi masyarakat.
DPRD Kaltim menegaskan komitmennya menjaga pembangunan daerah tetap berjalan meski di tengah tekanan fiskal.



