DPRD Kaltim

Makmur HAPK Ingatkan Kepala Daerah Tak Lepas Tangan Soal Pengelolaan Pulau Kakaban

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK, menyampaikan kekhawatiran serius terhadap potensi kelalaian pemerintah daerah dalam mengelola dan mengawasi pulau-pulau strategis di wilayah Kaltim, termasuk Pulau Kakaban yang berada di Kabupaten Berau.

Makmur menilai, pulau-pulau tersebut merupakan bagian dari kesatuan wilayah yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia mengingatkan agar tidak ada kepala daerah yang lepas tangan terhadap tanggung jawab tersebut

“Saya khawatir, jangan sampai ada kepala daerah yang mengatakan, ‘sudahlah, kita tidak mau urus pulau ini, biarkan saja’. Ini berbahaya jika dibiarkan,” ujar Makmur dalam keterangannya.

Makmur mencontohkan Pulau Kakaban yang kini, menurutnya, mulai menunjukkan tanda-tanda keterabaian. Ia mempertanyakan sejauh mana peran camat dalam menjaga kawasan tersebut, mengingat posisi mereka yang cukup dekat dengan lokasi.

Ironisnya, lanjut dia, meskipun camat memiliki akses dan dukungan anggaran, tanggung jawab penuh sering kali justru dibebankan ke pemerintah provinsi. Menurutnya, ini merupakan pembalikan logika dalam sistem pemerintahan.

“Untuk apa dana itu kalau pemerintah provinsi juga yang harus turun tangan mengurus hal-hal seperti ini? Harus ada tanggung jawab penuh dari kepala daerah,” tegasnya.

Makmur juga menyoroti luasnya kewenangan yang kini dimiliki camat maupun kepala kampung, terutama di wilayah seperti Berau. Namun, jika kewenangan tersebut tidak diimbangi dengan tanggung jawab yang serius, ia khawatir akan muncul sikap saling lempar tanggung jawab antarlevel pemerintahan.

“Tidak bisa berdalih itu urusan pusat. NKRI ini satu. Bupati, camat, kepala kampung, semua adalah bagian dari sistem pemerintahan provinsi dan nasional. Jangan sampai suatu saat muncul sikap acu tak acu terhadap masalah di wilayah sendiri,” katanya.

Pulau Kakaban, yang dikenal sebagai ikon wisata bahari dengan danau ubur-ubur tanpa sengat, menjadi sorotan karena kekhawatiran akan kelestariannya. Makmur menekankan pentingnya komitmen kolektif untuk menjaga kawasan tersebut dari kerusakan dan pengabaian. (adv/bi)

 

Related Articles

You cannot copy content of this page