Gelar Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah, H. Abdul Rakhman Bolong Tekankan Pentingnya Human Security

RAIDMEDIA, KUKAR – Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah (SPDD) terus digencarkan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya, H. Abdul Rakhman Bolong, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, yang menggelar SPDD Ke-IV dengan mengangkat tema Human Security di Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Jumat (25/04/2025)
Abdul Rakhman Bolong menjelaskan bahwa sosialisasi terkait Human Security itu penting karean dapat membantu melindungi dan meningkatkan kesejahateraan hidup masyarakat.
“Ini sebagai upaya untuk membantu mensejahterakan masyarakat dalam berbagai aspek, terutama di bidang keamanan manusia,” jelas H. Abdul Rakhman Bolong.
Politisi yang akrab dipanggil H. Rakhman itu menggandeng dua narasumber, yaitu Hendry Ismawan dari bidang akademisi, serta Setyo Budi Basuki dari bidang Kesehatan, dalam sosialisasi tersebut.
Salah satu narasumber, Hendry Ismawan, menyampaikan bahwa human security lahir dari semua tahap pemilu jadi demokrasi yang kuat harus dijaga. Ia menekankan bahwa demokrasi dapat melahirkan human security ketika semua pihak terlibat.
“Demokrasi yang kuat harus dijaga di semua tahap—pra, saat, dan pasca pesta demokrasi— karena human security lahir dari situ, yaitu keamanan politik, sosial, dan ekonomi. Semua warga, tanpa terkecuali, mempunyai peran penting menyuarakan dan memperjuangkan haknya lewat keterlibatan aktif dalam demokrasi,” papar Hendry.
Setyo Budi Basuki, narasumber lainnya, menyampaikan bahwa salah aspek yang mendasar terkait dengan human security adalah health security. Artinya, derajat kesehatan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari human security.
”Terkait health security, ada isu yang penting terkait bagaimana kita mencegah dan mewaspadai wabah penyakit menular. Bapak ibu merasakannya waktu tahun 2020-2023, waktu adanya Covid-19. Kita tidak bisa kemana-kemana. Kita sengsara. Kita harus screening ketika akan keluar kota. Ini adalah akibat perkembangan urbanisasi,” ujarnya.
”Selain ancaman terhadap wabah, kita juga harus waspada terkait isu kekurangan gizi. Masih banyak anak-anak di Kaltim yang kekurangan gizi. Indikatornya adalah stunting. Kalimantan harusnya tidak boleh ada stunting karena daerah kita kaya. Tapi masalahnya, stunting tidak hanya terkait kaya/miskin, tapi polah asuh menentukan,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, H. Rakhman berharap masyarakat Desa Loa Janan Ulu semakin sadar akan pentingnya terlibat aktif dalam politik, serta sadar akan pentingnya health security yang dapat melindungi mereka dari berbagai ancaman kesehatan. (adv)



