Peresmian RDMP Balikpapan Dinilai Tonggak Kemandirian Energi Nasional

RAIDMEDIA, BALIKPAPAN — Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanudin Mas’ud menilai peresmian megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebagai tonggak bersejarah dalam penguatan kemandirian energi nasional. Keberadaan kilang terbesar di Indonesia itu dinilai membawa dampak strategis bagi Balikpapan dan Kaltim secara keseluruhan.
Menurut Hasanudin, peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan momen langka dalam sejarah industri energi nasional. Pasalnya, Indonesia terakhir kali meresmikan kilang minyak berskala besar pada 1994 di era Presiden Soeharto.
“Terakhir kita meresmikan kilang besar itu tahun 1994. Setelah 32 tahun, baru kali ini kembali diresmikan, sekarang oleh Presiden Prabowo,” ujar Hasanudin.
Ia menyebutkan, beroperasinya RDMP Balikpapan akan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang besar bagi daerah. Dengan kapasitas pengolahan yang meningkat hingga sekitar 360 ribu barel per hari, Indonesia diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan energi domestik, bahkan berpotensi surplus.
“Harapannya, mulai 2026 Balikpapan dan Kaltim tidak lagi mengalami antrean BBM. Bukan hanya cukup, tapi juga bisa surplus,” katanya.
Dari sisi hilirisasi, RDMP Balikpapan dinilai berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan Avtur dan produk turunan lainnya. Meski masih menghadapi tantangan pasokan bahan baku tertentu, Hasanudin menilai kemampuan pengolahan nasional kini jauh lebih siap karena dilakukan sepenuhnya di dalam negeri.
DPRD Kaltim, lanjut Hasanudin, juga memberi perhatian pada aspek distribusi hasil produksi RDMP. Pihaknya akan mendorong koordinasi dengan Pertamina agar peningkatan kapasitas produksi benar-benar berdampak pada kelancaran distribusi BBM di masyarakat.
“Kami akan mendorong pertemuan dan RDP dengan jajaran direksi Pertamina agar tidak ada lagi SPBU yang kosong atau antre panjang,” tegasnya.
Hasanudin menambahkan, kehadiran varian BBM seperti Solar B40 dan B50 untuk sektor industri diharapkan mampu menata distribusi energi secara lebih baik. Dengan skema harga berbasis industri, disparitas solar subsidi yang kerap memicu kelangkaan diharapkan tidak kembali terjadi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pertamina, dan pemerintah daerah dapat memastikan RDMP Balikpapan menjadi penggerak utama kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim



