Warta

Gakkum Bongkar Perambahan 30 Hektare HLSW, DPRD Kaltim Minta Usut Aktor Intelektual

RAIDMEDIA, BALIKPAPAN – Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Kalimantan membongkar praktik perambahan di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW), Kota Balikpapan. Pengungkapan dilakukan pada 17 November 2025 terhadap pembukaan lahan seluas 30 hektare yang diduga akan dialihfungsikan menjadi kebun kelapa sawit, meski kawasan tersebut berstatus hutan lindung.

Dalam pengembangan kasus tersebut, Gakkum Wilayah Kalimantan menetapkan dua orang tersangka pada Senin (22/12/2025). Keduanya masing-masing berinisial RMA selaku penanggung jawab kegiatan serta H yang berperan sebagai pengawas lapangan. Petugas juga mengamankan dua unit alat berat yang digunakan untuk membuka kawasan hutan.

Kasus ini mendapat sorotan dari Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle. Legislator asal Balikpapan itu mendesak aparat penegak hukum agar tidak berhenti pada pelaku di lapangan, melainkan mengusut pihak-pihak yang berada di balik perambahan kawasan lindung tersebut.

“Jangan hanya yang bekerja di lapangan yang ditangkap. Aparat harus menelusuri sampai ke akar persoalan, termasuk siapa aktor atau pengusaha di balik perambahan hutan lindung ini,” ujar Sabaruddin, Selasa (23/12/2025) malam.

Ia juga mengingatkan agar penanganan perkara dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penangkapan yang bersifat seremonial tanpa tindak lanjut yang jelas.

Selain itu, Sabaruddin menyoroti lemahnya pengawasan terhadap kawasan HLSW. Ia menilai pembukaan lahan seluas 30 hektare tidak mungkin terjadi dalam waktu singkat tanpa terdeteksi. “Proses membuka lahan sebesar itu pasti memakan waktu. Jika tidak terpantau, berarti ada kecolongan. Ini harus menjadi bahan evaluasi,” tegasnya.

Ke depan, ia meminta pengawasan kawasan konservasi di Balikpapan maupun wilayah lain di Kalimantan Timur diperketat. “Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk pengawasan. Artinya, sistem pengawasan yang berjalan saat ini belum maksimal,” pungkas politikus Partai Gerindra tersebut.

Related Articles

You cannot copy content of this page