Warta

Sarkowi: Swasembada Pangan Kaltim Masih Hadapi Tantangan Besar

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Sarkowi V Zahry menegaskan bahwa program swasembada pangan masih menjadi agenda prioritas pemerintah daerah. Namun, ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari luar daerah dinilai masih menjadi tantangan utama.

Menurut Sarkowi, sebagian besar kebutuhan pangan Kaltim hingga kini masih dipasok dari daerah lain seperti Jawa dan Sulawesi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya menuju swasembada pangan membutuhkan kerja kolektif yang serius dan terkoordinasi.

“Target swasembada pangan yang disampaikan Menteri Pertanian dan disanggupi Gubernur Kaltim dalam waktu enam bulan tentu bukan perkara mudah,” ujar Sarkowi.

Ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah provinsi hingga pelaku pertanian di tingkat bawah, agar target tersebut dapat tercapai.

Sarkowi juga menyoroti masih maraknya alih fungsi lahan pertanian, meski Kaltim telah memiliki payung hukum melalui Perda Nomor 1 Tahun 2013 yang diperbarui dengan Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

“Di lapangan, alih fungsi lahan masih terjadi karena petani merasa dukungan belum maksimal, proses bantuan lambat, dan hasil produksi terus menurun,” jelasnya.

Selain itu, sektor pertanian Kaltim juga dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, distribusi pupuk yang tidak stabil, persoalan air, hingga fluktuasi harga hasil panen yang merugikan petani.

“Sering kali saat panen raya, harga justru jatuh. Ini membuat petani berada pada posisi yang sangat rentan,” katanya.

Ia mengingatkan, jika berbagai persoalan tersebut tidak segera dibenahi, dapat memicu kejenuhan hingga membuat petani meninggalkan sektor pertanian. Karena itu, Sarkowi menilai penting membangun kembali citra dan kebanggaan terhadap profesi petani, terutama bagi generasi muda.

“Saya tidak sepakat dengan anggapan bahwa kalau ingin sejahtera jangan jadi petani. Justru petani adalah penopang utama kehidupan kita,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Untuk mendukung swasembada pangan, Sarkowi mendorong pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan menyusun peta jalan yang realistis, terukur, dan berkelanjutan.

“Dengan perencanaan matang dan komitmen bersama, sektor pertanian Kaltim dapat menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

Related Articles

You cannot copy content of this page