DPRD Kaltim

Sigit Soroti Lemahnya Pengawasan Distribusi Produk dan BBM: Kalau Terbukti, Harus Ditindak Tegas

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sigit Wibowo, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap distribusi produk-produk konsumsi masyarakat, termasuk  bahan pokok (sembako) dan bahan bakar minyak (BBM). Ia menilai banyak pihak terlalu mudah percaya terhadap produk yang telah dikemas, tanpa melakukan pengecekan berat atau kualitas secara mandiri.

“Kadang-kadang produk yang kita pakai sehari-hari itu tidak kita sangka. Semua sudah dikemas, kita tidak pernah timbang lagi. Lima kilo ya dianggap lima kilo. Kalau kelihatan sesuai, ya kita percaya, padahal belum tentu benar,” kata Sigit.

Sigit mengungkapkan permasalahan serupa juga terjadi dalam distribusi BBM. Ia mencontohkan kasus kelangkaan Pertamax yang sempat terjadi, namun tidak diikuti dengan kejelasan pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait.

“Seperti kemarin, saat Pertamax sempat langka. Itu kan juga masalah distribusi, tapi pihak-pihak yang berwenang sering kali lepas tangan. Selalu begitu,” ujarnya.

Ia menegaskan langkah utama dalam pengawasan adalah memastikan pemeriksaan produk sejak awal. Sebagai contoh, pengecekan hewan kurban menjelang Iduladha menjadi antisipasi penting.

“Sapi dicek sebelum Iduladha. Apakah sapinya kena penyakit atau tidak, itu harus dicek. Sama halnya dengan sembako dan produk lain yang masuk ke daerah,” jelasnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menekankan bahwa pengawasan distribusi bukan hanya tanggung jawab daerah, tapi juga kementerian terkait, khususnya Kementerian Perdagangan.

“Kalau memang ada pelanggaran, ya ditindak. Jangan dibiarkan. Barang oplosan pasti bisa ketahuan dari segelnya. Produsen yang terbukti curang harus dikasih sanksi. Harus tegas, sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Sigit. (adv/bi)

Related Articles

You cannot copy content of this page