Komisi IV DPRD Kaltim Sidak SMA Negeri 10 Samarinda, Cek Sarana dan Prasarana

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMA Negeri 10 Samarinda pada Senin (14/7/2025). Sidak ini dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPRD Kaltim secara langsung meninjau berbagai fasilitas utama di lingkungan sekolah. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kondisi ruang kelas, asrama siswa, instalasi listrik, hingga toilet dan fasilitas pendukung lainnya.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, menyoroti pentingnya optimalisasi hasil pembangunan yang telah difasilitasi pemerintah. Menurutnya, langkah yang diambil selama ini sudah berada di jalur yang tepat, dan seluruh pihak harus memastikan bahwa tidak ada siswa yang masuk ke sekolah dalam kondisi gedung yang belum siap.
”Ini suatu kebijakan yang sudah difasilitasi pemerintah. Setidaknya ini membuahkan hasil yang baik. Jika sebelumnya gedung dalam keadaan belum siap pakai, maka sekarang sudah siap dipakai. Tidak akan mungkin anak-anak kita dimasukkan ke sekolah dalam keadaan tidak siap. Kami tidak setuju,” paparnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M. Darlis Pattalongi, menekankan pentingnya percepatan penyelesaian seluruh fasilitas penunjang di SMA 10 Samarinda. Ia menyampaikan secara lugas bahwa kesiapan sarana dan prasarana merupakan syarat mutlak sebelum KBM dimulai.
“Semua perbaikan ini harus rampung sebelum tanggal 26 Juli, termasuk WC. Semua harus ready,” tekan Darlis dalam keterangannya.
Wakil Ketua Komisi IV, Andi Satya Adi Saputra, yang juga ikut hadir dalam sidak tersebut, menegaskan bahwa seluruh fasilitas harus berada dalam kondisi layak pakai sebelum siswa menempati lingkungan sekolah. Ia menekankan pentingnya kenyamanan siswa sejak hari pertama belajar.
“Sebelum siswa pindah, listrik, plumbing, mechanical electrical, kasur baru, bantal baru, bed baru, hingga seprai baru. WC harus bersih dan dudukan toilet harus baru. Intinya, siswa kita jangan masuk dulu kalau memang belum siap,” terangnya.
Komisi IV juga memberikan apresiasi terhadap kesiapan ruang kelas yang sudah tampak siap digunakan. Upaya Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur dan pihak sekolah dinilai telah menunjukkan hasil signifikan.
“Kami sangat kagum dengan fasilitas sarana dan prasarana yang dipersiapkan oleh Dinas Pendidikan dan SMA 10. Smartboard-nya luar biasa bagus. Kelas tidak ada masalah. Tapi kita harus kejar ini adalah asrama. Sebelum tanggal 26 Juli, targetnya harus selesai,” tambah Andi Satya
Dukungan terhadap percepatan penyelesaian fasilitas juga datang dari Kepala Sekolah Plh SMA Negeri 10 Samarinda, Fann. Ia menyampaikan bahwa seluruh fasilitas fisik akan selesai tepat waktu, termasuk penyediaan AC di kamar asrama.
“Kami memiliki 12 kelas, 10 untuk KBM, 1 untuk perpustakaan, dan 1 untuk laboratorium komputer. Untuk jumlah siswa ada 360 orang, terdiri atas 120 siswa asrama dan 240 siswa non-asrama. Laboratorium fisika, kimia, dan biologi juga sudah siap dan bisa digunakan sebelum semester dua,” tutur Fann.
Ia juga mengatakan bahwa semua proses perbaikan sarana akan rampung pada tanggal 22 Juli. ”Semua akan memadai. Targetnya tanggal 22 juli sudah selesai semua,” ujarnya.
Kunjungan tersebut ditutup dengan pernyataan komitmen bersama antara DPRD, guru, orang tua, dan komite sekolah untuk terus memperjuangkan kualitas pendidikan SMA 10 Samarinda.
“Kita sepakat memperjuangkan SMA 10 menjadi lebih baik,” tutup Baba. (adv/tri)



