Makmur HAPK Soroti Lemahnya Pengawasan Pulau Konservasi di Berau

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Makmur HAPK, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap sejumlah pulau konservasi di wilayah Kabupaten Berau, khususnya Pulau Sangalaki yang dikenal sebagai habitat penyu.
“Ada pulau-pulau yang memang sudah ditetapkan sebagai kawasan yang tidak boleh disentuh. Tidak boleh ada usaha di sana. Tapi kenyataannya, pengawasan dari pemerintah daerah sangat lemah,” kata Makmur
Makmur mengatakan Pulau Sangalaki merupakan pusat konservasi yang seharusnya dikelola dengan pendekatan khusus. Namun, hingga kini perhatian terhadap kawasan tersebut dinilai masih minim.
“Bagaimanapun juga, ini tanggung jawab moral pemerintah daerah. Pulau seperti Sangalaki seharusnya dikonsep secara serius, terutama dalam hal pengendalian dan pengawasan terhadap populasi penyu,” katanya.
Makmur mengaku sempat mengamati langsung kondisi lapangan dan merasa prihatin karena terdapat kesan bahwa kawasan tersebut dibiarkan tanpa pengelolaan yang memadai. Ia juga mengingatkan wilayah daratan seperti pulau-pulau kecil tetap berada dalam tanggung jawab pemerintah daerah.
“Kalau menyangkut lautan memang ada batasan 12 mil dari garis pantai, tapi untuk daratan, apalagi pulau-pulau yang termasuk di wilayah administratif, itu tidak bisa dilepaskan dari tangan pemerintah daerah,” tegasnya.
Ia menyampaikan kekhawatiran jika kepala daerah hanya berpikir praktis dan enggan turun tangan dalam urusan konservasi.
“Berau ini punya banyak pulau yang jadi habitat penyu. Kawasan lautnya silakan diatur, tapi pulaunya harus benar-benar dijaga,” tutupnya. (adv/bi)



