Pemanfaatan Pulau Kumala Didorong Maksimal, Waterboom Jadi Langkah Awal

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Sekretaris Komisi I DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Salehuddin, menyampaikan keprihatinannya terhadap lambannya optimalisasi aset wisata Pulau Kumala, yang telah menelan anggaran hampir Rp400 miliar sejak awal pembangunannya. Meski demikian, ia menyambut baik adanya progres pembangunan wahana waterboom yang saat ini disebut telah mencapai 70 persen.
“Yang pasti saya menyayangkan keterlambatan ini, tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa sejak awal pembangunan Pulau Kumala hingga kini belum terlihat secara jelas pengembalian investasinya. Salah satu penyebabnya, menurut dia, adalah kurangnya fasilitasi yang memadai dari pemerintah daerah terhadap berbagai peluang kerja sama, termasuk yang sempat muncul di masa lalu bersama Grand LT milik Rizal.
“Minimal dengan adanya waterboom, setidaknya itu akan menarik minat para wisatawan, minimal lokal misalnya. Bahkan kalau perlu, wahana-wahana yang ada direnovasi kembali,” lanjutnya.
Salehuddin juga mengungkapkan bahwa pihaknya pernah mencoba menjembatani peluang kerja sama dengan pihak seperti Jatim Park, namun upaya tersebut tidak berhasil diwujudkan.
“Kita harus berhitung. Pertama, aset ini jangan sampai tidak digunakan dan terbuang percuma saja. Kedua, bagaimana kita pelan-pelan memaksimalkan aset ini menjadi ruang ekonomi yang menghasilkan PAD bagi daerah,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan aset yang telah dibangun dengan anggaran besar. Sebagai contoh, ia menyinggung proyek ‘sarang burung’ di masa lalu yang juga menyerap anggaran miliaran rupiah dari APBD.
Salehuddin menilai bahwa potensi Pulau Kumala masih sangat besar jika dikelola dengan serius dan menjadi perhatian utama dalam pengembangan pariwisata daerah. (adv/bi)



