DPRD Kaltim

Komisi IV DPRD Kaltim Soroti Isu Tenaga Kerja, CSR, dan Pengelolaan Limbah PT Kaltim Ferro Industry

RAIDMEDIA, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menyoroti sejumlah persoalan saat melakukan kunjungan kerja ke PT Kaltim Ferro Industry. Fokus perhatian mencakup penggunaan tenaga kerja asing (TKA), pemberian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR), serta aspek keselamatan dan pengelolaan lingkungan perusahaan.

“Memang di sana masih cukup banyak tenaga kerja asing, meskipun jumlahnya semakin berkurang,” ujar Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agus Aras.

Ia juga menyebut bahwa terjadi pengurangan tenaga kerja akibat menurunnya tingkat produksi yang disebabkan oleh keterbatasan bahan baku dan lesunya pasar ekspor. Produksi PT Kaltim Ferro Industry saat ini sedang mengalami penurunan, seiring dengan tantangan dalam rantai pasok dan permintaan pasar global. Perusahaan yang bergerak di bidang produk smelter nikel ini bahkan sempat dilaporkan mengalami insiden ledakan, yang turut menambah kompleksitas dalam proses operasional.

“Kami menyarankan agar pengelolaan limbah dapat berfungsi dengan baik, karena ini sangat penting untuk menjaga keselamatan dan keberlanjutan lingkungan industri,” tegasnya.

Komisi IV juga menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak tenaga kerja, termasuk pembayaran upah sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang berlaku. Selain itu, dana kompensasi atas penggunaan TKA, menurut aturan, harus disetorkan ke daerah melalui sistem Kementerian Ketenagakerjaan.

Agus juga berharap kehadiran PT Kaltim Ferro Industry ini dapat memberikan dampak positif dan pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltim.

“Kami berharap kehadiran PT Kaltim Ferro Industry bisa benar-benar memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kaltim secara umum,” pungkas Agus. (adv/bi)

Related Articles

You cannot copy content of this page